Kuatkan Ketahanan Pangan Dai di Pelosok, DPW Hidayatullah Papua Selatan Salurkan Bibit Tanaman di Bupul


Kuatkan Ketahanan Pangan Dai di Pelosok, DPW Hidayatullah Papua Selatan Salurkan Bibit Tanaman di Bupul

MERAUKE --  Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Hidayatullah Papua Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemandirian para dai yang bertugas di wilayah pelosok. Melalui program "Dai Tangguh", DPW Hidayatullah memberikan dukungan konkret berupa pengadaan bibit tanaman pangan untuk para pendakwah yang bertugas di titik perbatasan.

Langkah ini dilakukan di sela-sela agenda Kunjungan Daerah (Turda) ke Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hidayatullah Bupul, Distrik Elikobel, Merauke. Bupul merupakan salah satu wilayah strategis di beranda terdepan Indonesia yang menjadi tempat pengabdian para dai tangguh.

Ketua DPW Hidayatullah Papua Selatan Ust. Zainal. S.Pd menyampaikan bahwa pemberian bibit ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga dai di tempat tugas. Dengan adanya kemandirian pangan, diharapkan para dai dapat lebih fokus dan tenang dalam menjalankan misi dakwah serta pendidikan di tengah masyarakat.

"Dai tidak hanya dituntut tangguh dalam berdakwah secara lisan, tapi juga harus mandiri secara ekonomi dan pangan. Dengan menanam sendiri di lahan sekitar tempat tugas, para dai bisa menjadi teladan bagi masyarakat sekitar dalam memanfaatkan potensi alam Papua Selatan yang subur," ujarnya di lokasi.



Jenis bibit yang disalurkan meliputi berbagai tanaman pangan produktif yang sesuai dengan kondisi tanah lokal. Program ini merupakan bagian dari upaya besar Hidayatullah untuk memastikan kesejahteraan para pejuang dakwah di garis depan.

Pihak DPC Hidayatullah Bupul menyambut baik dukungan ini. Kehadiran bibit tanaman tersebut dinilai sangat membantu operasional dakwah, mengingat akses logistik ke wilayah pedalaman seringkali memiliki tantangan tersendiri.

Melalui sinergi antara struktur organisasi dan para dai di lapangan, Hidayatullah Papua Selatan berharap program "Dai Tangguh" ini menjadi role model kolaborasi antara kemandirian pangan dan semangat syiar Islam di Bumi Animha. *Rudi Iriyanto

Postingan Terkait